Selasa, 24 Januari 2012 | By: Muhammad khairi

Perasaan Pagi ini( 22 Januari 2012, Jam : 08 : 02 )


Kenapa dia seperti ini ? dia marah, padahal ini adalah keputusan yang telah susah payah aku ambil.  Kadang ku merasa tak ada pilihan dan tak ada yang benar . ini salah dan itu juga salah. Kadang ku bertanya  dimana baiknya ? karena ku ingin bisa memutuskan jalannya yang terbaik.  Buta kah diriku jika aku tak melihat sikapmu yang hanya menganggap aku sebagai seorang kakak sahabat ? aku terus memaksakan perasaanku, tapi kini aku tak akan seperti itu lagi. Aku telah   memutuskan sama sepertimu, mengganggap dirimu sebagai ade’ sahabat. Tak lebih dan kurang.  Namun pagi ini aku tidak merasa tenang, dengan kemarahanmu kepadaku, aku terpikirkan dirimu. Dulu aku telah yakin kau adalah cintaku seutuhnya, namun malam itu kau telah hancurkan keyakinanku dengan kata-kata yang telah kau kirimkan lewat pesan singkat, “ kak, ada baiknya kita sahabatan aja, tidak usah untuk melanjutkan hubungan ini !!” , aku kira kau bercanda, aku tak percaya, semudah itukah kau malam itu ucapkan itu. Ketika itu perasaanku tak menentu, perasaan senang akan cinta sudah lenyap terbang bersama angin malam. Ku telah miliki rasa indahnya perih, rasa hancurnya hatiku, ternyata aku selama ini salah mengartikan kedekatan dan cintamu,  terlalu dalam perasaanku kepadamu, sehingga aku merasa sakit. Kini aku hanya bisa mencintai bayanganmu dan indahnya parasmu. Karena tak mungkin bagiku untuk bisa memilikimu.
Minggu pagi, jam 10.45, badanku masih terasa panas dan hidung mampet. Mau beraktifitas tidak bisa, ingin di atas kasur, terbaring merasakan rasa sakit ini. Mau memejamkan mata tapi tak bisa, aku masih terpikirkan dia. Dia marah dan sangat membenci aku, ku kirimkan pesan singkat atas permintaan maafku, namun tak kunjung dibalas. Segitukah dia membenci aku, sehingga dia menjauh dariku ? ya tuhan ampunilah aku yang telah menyakiti dia. Hati terus menggumam meminta maaf tanpa dia mendengar ( mengetahui ). Aku menyesal telah membuatnya marah benci. Aku tak tahu kalau aku menyakitinya, aku tak bermaksud untuk menyindir dan menyakiti hatinya.(Bandel, maafkan aku ....yang telah menorehkan rasa sakit dihatimu.)  kini aku hanya bisa berdoa, agar dia bisa memaafkan aku, kalau toh dia tidak memaafkan aku, ya silahkan, dan kalau dia ingin menjauh dari aku ya silahkan juga. Aku tak akan menghalangi, daripada dia akan tersakiti lagi karena aku. Tapi hatiku tak merasa tenang dengan dia mendiamkan aku, tak angkat suara sedikitpun. Apa yang harus aku lakukan ??? kalau memang yang terbaik aku menjauh dari dia, akan aku lakukan, walau aku harus melanggar janji-janji aku kepadanya sebelumnya, ini demi kebahagiaan dia.. dan mulai pagi ini aku akan menjauh dari dia. Walaupun hati ini ingkari semua itu. Jadikanlah semua yang pernah kita lewati sebagai mimpi dan anggap itu tak pernah terjadi. Dia akan selalu aku sayang dan cintai walau hanya bayangan dan kenangan belaka. Ternyata mencintai tak harus memiliki, melihatnya bisa tersenyum adalah sebagian dari memiliki walau hanya mimpi. Selamat tinggal kasih. Akhir dari segalanya, akhir dari cerita kita. Terbanglah kelangit luas, kepakan sayapmu bebas di angkasa, jangan pernah kau merasa ragu untuk kepakan sayap karena kebahagian itu telah nyata ada untukmu. Aku bahagia bisa mencintaimu walau hanya sesaat, itu merupakan anugerah yang terindah untukku. Akan aku kenang selamanya.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "