Seiring
berjalan waktu, aku terus melangkah memijakkan kaki. Berjalan terus tanpa
henti, mencari apa yang aku cari. Aku lelah dengan keadaanku seperti ini. Aku
ingin perubahan itu datang untukku. aku ingin keluar dari lembah kenistaan.
Mencari mutiara yang telah hilang 5 tahun yang silam, aku kotor, aku hina,
menjijikkan. Sampai kapankah aku seperti ini, kembalikanlah aku pada cahaya-Mu
yang sempat menyala dihati.Tuhan bukakanlah pintu ampunan-Mu untukku.
Aku
bertanya pada langit, mengapa aku hampa ? aku bertanya pada bumi, mengapa aku
resah ? aku bertanya pada bintang malam, dimana cahaya ilahi untukku ? aku
bertanya pada rembulan sinari malam bumi, mengapa ini belum berakhir ? seakan
semua tak bertepi. Dimana kah tepi ( ujung ) dari semua yang terjadi ?
Tuhan
hanya kepada-Mu ku memohon akan ketenangan jiwa dan hati. Sendiri menyepi dalam
renungan, perlahan mencari ketenangan, aku merasa sendiri menyepi tak ada,
ingin menagis menahan resah yang tak bertepi, selalu menyiksa. Aku berpikir apa
kah ini aku banyak dosa, sehingga ketenangan itu menjauh. Dan mulai saat ini
aku mengakui segala dosa-dosaku ya tuhan. Berilah ampunan-Mu untukku.
Berikan
cahaya terang-Mu menyinari dalam gelapnya dunia. Ku ucap lirih,” bismillah”
untuk mengawali langkah pertamaku untuk melangkah kembali pada jalan yang penuh
cahaya-Nya. Menjadikan jiwa dan raga bersih dari segala dosa. Hati yang selalu
terpaut akan cinta kepada illahi. Alhamdullih aku bisa merasakan sedikit rasa
nyaman, damai dihati, saat kulafazdkan nama-Nya dalam setiap hembusan nafasku,
yang terus bernafas. Aku merasa tuhan ada untukku, disampingku, menemani aku
setiap waktu. Inikah yang disebut kasih sayang tuhan ? Dia telah menjagaku,
mengembalikan aku pada jalan-Nya, masih memberikan aku kesempatan untuk hidup,
memperbaiki jiwaku yang selama ini telah rusak. Dan aku ingin merasakan nikmat
mencinta Allah SWT. Seperti apakah nikmatnya itu ? apakah seperti orang yang
merasakan dahaga ketika berada di padang gurun sahara yang luas tandus, dan
meneguk segelas air ? atau kah lebih dari itu rasanya ?
Aku
ingin setiap hari-hari ku berada dalam lautan lembar ayat-ayat suci Al-qur’an,
melabuhkan jiwa dan ragaku, menyelam dalam sejauh-jauhnya dalam lembar dan
makna dari Ayat-ayat suci Al-qur’an. Mentadabburi penuh kekhusyu’an dan
penyesalan akan perbutan dosa. Mencari ridho dan rahmat Allah. Menghafal
kembali ayat-ayat suci kata demi kata, mengulangi dan menambal hafal yang telah
lama hilang ayat per ayat.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO