Sabtu, 29 Oktober 2011 | By: Muhammad khairi

Tak bisa aku pungkiri

Tak bisa aku pungkiri, aku masih menyimpan segenap rasa itu. namun itu tak bisa aku ungkapkan lagi seiring rasa sakit yang aku rasa. hati teriris pilu. setiap malam aku rasa. namun kau tak tahu itu. mata terpejam, hati berkata. merintih pelan dalam kesendirian hati, harap kau datang hampiri aku. berikan tenaga cinta untukku.
kau tumbuhkan rasa yang sesakkan dada. kau datang dan pergi begitu saja, ku terima semua itu darimu. aku rapuh tanpa. kosong tak ada terisi. aku ingin ...ingin... tapi berat sekali kurasa.. serba salah !!! haaaaaaaa.....
mata terpejam, hati tetap terjaga. 
ku sentuh dia dengan cintaku, dan ku lihat dia pergi. selalu ku ingat terlingan matamu, begitu jelas dihadapku. kau ukir segalanya namun kau tinggalkan segores luka dihati. merasa tak dirasa. itulah yang aku rasakan. cinta itu tidak bisa dipaksakan dan tidak bisa di bohongin, terukir jelas dimatamu cinta itu, tapi kau tak mau akui itu. ada apa gerangan dengan dirimu ? sebegitu munafik, sebegitu hinakah kini diri ini dimatamu ? sungguh kau tidak mengetahui apa yang sebenarnya dan apa yang aku rasakan. ketika kau tahu segalanya, pasti penyesalan yang begitu mendalam lekat selamanya dihatimu. aku tak akan pernah membencimu sekalipun kita jauh dan kau membenci aku kini. aku akui, aku telah sakiti hatimu dan itu kini hilangkan rasa apa yang kau rasakan terhadapku. sudahlah kini semua telah berakhir sampai disini rasa yang kau rasakan terhadapku. nafasmu berhembus nafas kebencian terhadap diriku. semua ini akan aku terima. terima kasih cinta. ( pu )
aku hancur karena diriku sendiri dan harapan yang besar namun tak terwujud... tak akan pernah terbuka hati untuk sembarang cinta.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "